Menjalani
dua sisi kehidupan yang berbeda, nampaknya sudah Aco
lakoni sejak umurnya masih terbilang 6 tahun, yakni saat dirinya mengenyam pendidikan di
bangku kelas 1 Sekolah Dasar.
Saat
ditanya alasan apa yang membuat ia harus bekerja di samping menempuh
pendidikannya, ia memberikan jawaban karena sekadar ikut-ikutan dengan kakaknya
dan juga disuruh oleh orangtuanya.
Komentar-komentar
dari orang terdekatnya pun kerap kali ia temukan, dari teman sekolahnya sendiri
pun pernah berkomentar tentang mengapa Aco harus melakukan pekerjaan mencari
botol plastik dan apakah dirinya tidak merasa malu ketika harus melakoni
pekerjaan tersebut, namun Aco menanggapinya dengan biasa saja dan lebih memilih
mengacuhkan komentar-komentar itu.
Terlahir
dari keluarga yang sederhana,
seorang anak sekaligus kakak yang dikenal suka melawak dengan adik-adiknya ini juga memiliki
kebiasaan membaca dan menulis, bahkan pada suatu hari di sebuah akun media sosial
Facebook milik seseorang, kerap dijumpai anak ini
sedang duduk di depan Alfa Mart sambil membaca sebuah buku dengan karungnya
yang berisi botol-botol bekas.
"Saya tidak bisa berhenti dalam membantu keluarga untuk
mencari nafkah dan hanya fokus untuk
sekolah karena ini menurut saya adalah tuntutan alam dan saya sudah nyaman
dengan pekerjaan yang saya lakukan yaitu mengumpulkan botol-botol bekas."
Itulah jawaban ketika kami bertanya tentang pekerjaan dan sekolannya di awal petemuan kami. Hikss, sedih yah
mendengar jawaban Aco. Kami juga bertanya tentang respon teman-temannya
mengenai keseharian Aco. Ia menjawab
dengan senyumnya "Biasa saya mendapat respon negatif dari teman-teman tapi
saya hanya diam karena menurut saya itu sebuah pekerjaan yang halal jadi untuk
apa saya malu. Bukan hanya
respon negatif tapi juga seringkali mendapat respon positif dari sekeliling
saya."
Anak istimewa ini juga pintar loh teman-teman, terbukti saat
ia nyaris berhenti sekolah dan kepala sekolahnya mendatangi rumah Aco lalu
membujuk Aco untuk kembali bersekolah karena ia mempunyai potensi yang besar.
"Itu juga menjadi motivasi saya untuk semangat bersekolah, walaupun
sebenarnya saya sering mendapat masalah ketika menjalani dua sisi
tersebut." Ujar Aco.
Ini nih kids jaman now yang sebenarnya, walaupun ia memiliki
keterbatasan dalam fasilitas, namun
semangatnya dalam menuntut ilmu tidak mempunyai batasan. Aco ada di dunia,
mungkin menjadi cerminan di kehidupan. Dengan selalu bersyukur dan tetap
berusaha walaupun diusianya yang terbilang masih cukup muda, ia telah merasakan pahit getirnya kehidupan.
Sedangkan seorang anak yang duduk di atas mobil mewah sambil memegang handphone
dan membuka youtube mungkin tidak ada apa-apanya dibanding Aco yang berjalan
kaki menuju sekolah dengan membawa mimpi-mimpinya.

No comments:
Post a Comment