Kisah Anak Pemetik Mimpi Dalam Sekarung Plastik

Baru berusia 15 tahun,  seorang anak kecil yang bernama Muh. Ardi atau kerap disapa Aco sudah harus menjalani dua sisi kehidupanya yang berbeda, saat pagi hari ia menjadi seorang pelajar di Mts Tombol Gani Bantaeng dan sore harinya menjadi pencari botol plastik bekas.
Menjalani dua sisi kehidupan yang berbeda, nampaknya sudah Aco lakoni sejak umurnya masih terbilang 6 tahun, yakni saat dirinya mengenyam pendidikan di bangku kelas 1 Sekolah Dasar.

Saat ditanya alasan apa yang membuat ia harus bekerja di samping menempuh pendidikannya, ia memberikan jawaban karena sekadar ikut-ikutan dengan kakaknya dan juga disuruh oleh orangtuanya.

Komentar-komentar dari orang terdekatnya pun kerap kali ia temukan, dari teman sekolahnya sendiri pun pernah berkomentar tentang mengapa Aco harus melakukan pekerjaan mencari botol plastik dan apakah dirinya tidak merasa malu ketika harus melakoni pekerjaan tersebut, namun Aco menanggapinya dengan biasa saja dan lebih memilih mengacuhkan komentar-komentar itu.

Terlahir dari keluarga yang sederhana, seorang anak sekaligus kakak yang dikenal suka melawak dengan adik-adiknya ini juga memiliki kebiasaan membaca dan menulis, bahkan pada suatu hari di sebuah akun media sosial Facebook milik seseorang, kerap dijumpai anak ini sedang duduk di depan Alfa Mart sambil membaca sebuah buku dengan karungnya yang berisi botol-botol bekas.
"Saya tidak bisa berhenti dalam membantu keluarga untuk mencari nafkah dan hanya fokus  untuk sekolah karena ini menurut saya adalah tuntutan alam dan saya sudah nyaman dengan pekerjaan yang saya lakukan yaitu mengumpulkan botol-botol bekas." Itulah jawaban ketika kami bertanya tentang pekerjaan dan sekolannya di awal petemuan kami. Hikss, sedih yah mendengar jawaban Aco. Kami juga bertanya tentang respon teman-temannya mengenai keseharian Aco.  Ia menjawab dengan senyumnya "Biasa saya mendapat respon negatif dari teman-teman tapi saya hanya diam karena menurut saya itu sebuah pekerjaan yang halal jadi untuk apa saya malu. Bukan hanya respon negatif tapi juga seringkali mendapat respon positif dari sekeliling saya."
Anak istimewa ini juga pintar loh teman-teman, terbukti saat ia nyaris berhenti sekolah dan kepala sekolahnya mendatangi rumah Aco lalu membujuk Aco untuk kembali bersekolah karena ia mempunyai potensi yang besar. "Itu juga menjadi motivasi saya untuk semangat bersekolah, walaupun sebenarnya saya sering mendapat masalah ketika menjalani dua sisi tersebut." Ujar Aco.
Ini nih kids jaman now yang sebenarnya, walaupun ia memiliki keterbatasan dalam fasilitas, namun semangatnya dalam menuntut ilmu tidak mempunyai batasan. Aco ada di dunia, mungkin menjadi cerminan di kehidupan. Dengan selalu bersyukur dan tetap berusaha walaupun diusianya yang terbilang masih cukup muda, ia  telah merasakan pahit getirnya kehidupan. Sedangkan seorang anak yang duduk di atas mobil mewah sambil memegang handphone dan membuka youtube mungkin tidak ada apa-apanya dibanding Aco yang berjalan kaki menuju sekolah dengan membawa mimpi-mimpinya.


No comments:

Post a Comment

My Instagram